tidak bisa dipungkiri mobil yang sudah berumur diatas 1 tahun pasti akan mengalami service berat, nah berikut ini tahapan pelaksanaan service berat pada kendaraan mobil yang perlu kamu ketahui, beberapa poin dalam pelaksanaan service berat sebenarnya sudah pencakup tahapan pada saat dilakukan service ringan, namun tetap dilaksanakan agar pemeriksaan menyeluruh dapat terlaksana pada kendaraan mobil.

SERVICE BERAT

Service besar perlu dilakukan untuk jenis-jenis pekerjaan sebagai berikut :

1. Umum :

  • penggantian oli dan saringan oli
  • pembersihan atau penggantian saringan udara
  • pemeriksaan atau penggantian saluran dan saringan bahan bakar
  • pemeriksaan dan pembershian sistem ventilasi karter
  • pemeriksaan dan penyetelan sabuk penggerak
  • pemeriksaan dan penyetelan sabuk timing
  • pengencangan sekrum manifold buang
  • penyetelan celah katup
  • pemeriksaan kebocoran sistem pendinginan
  • pemeriksaan fungsi thermostat

2. Khusus Mesin Bensin

  • pengontrolan sistem advance pengapian
  • pemeriksaan keausan pada distributor
  • pemeriksaan danpembersihan bagian-bagian tegangan tinggi
  • pemerisaan danpenggantian busi jika perlu
  • pengetesan tekanan kompresi
  • pemeriksaan, penggantian, dan penyetelan kontak pemutus (platina)
  • penyetelan saat pengapian
  • pemeriksaan karburator dan kabel gas atau chuck
  • penyetelan idle dan pturan start dingin.

3. Khusus Mesin Diesel

  • penggantian saringan bahan bakar
  • penggantian sistem pemanas mula
  • pemeriksaan selang-selang vakum pada pompa injeksi
  • pengukuran nilai asap (gas buang)

4. Pemeriksaan chassis

  • pemeriksaan dan penyetelan sistem penggerak kopling
  • pemeriksaan poros-poros penggerak
  • pemeriksaan pada konsisi knalpon dan pengikatannya
  • pemeriksaan suspensi dan sambungan kemudi
  • pemeriksaan peredam getaran
  • pemeriksaan kondisi hidrolik rem
  • pemeriksan, pembersihan dan penyetelan rem kaki
  • pemeriksaan dan penyetelan rem tangan
  • kontrol atau penyetelan bantalan roda
  • pemeriksaan dan penyetelan gigi kemudi
  • kontrol dan penyetelan toe in dan kelurusan roda kemudi
  • pemeriksaan dan pembersihan baterai dan terminalnya
  • pemeriksaaan sambungan kabel starter, generator, dan regulator
  • kontrol dan penyetelan lampu kepala
  • pemeriksaan sistemlistrik
  • pemeriksaaan pengikatan dan kondisi kaca sipian
  • pembersihan kendaraan mobil luar dan dalam
  • penyetelan kaca spion dan jarum papan instrumen
  • pengisian kartu ganti oli
  • pengetesan jalan dan kontrol akhir

PELUMASAN MOBIL PADA SERVICE BERAT

bagian bagian yang akan diperhatikan dalam pelumasan mobil pada saat service berat adalah sebagai berikut :

pelumasan Suspensi dan sambungan kemudi pada :

  • sambungan bola pada suspensi depan
  • sambungan bola pada sambungan kemudi
  • tumpuan lengan idler (pada sambungan kemudi)
  • pegas daun (jika tidak terpasang pelat-pelat plastik)

2. pelumasan pada pemindah tenaga pada :

  • poros gardan (khusus untuk kendaraan dengan penggerak 4 roda /4WD, poros depan juga akan dilumasi
  • garpu pembebas kopling

3. Pelumasan pada instrumen bodi kendaraan pada :

  • engsel dan kunci pada pintu-pintu, tutup mesin dan tutup belakang rel kursi
  • unit pedal

4. pemeriksaan batas permukaan cairan pada

  • hidrolik kopling
  • hidroulik rem
  • gigi kemudi
  • sistem transmisi
  • aksel (differensial)
  • oli motor
  • air pendingin
  • air pembasuh
  • elektrolit baterai

5. pemeriksaan perlengkapan standar pada :

  • lampu kota (senja)
  • lampu dekat
  • lampu jauh, blitz
  • lampu tanda belok
  • lampu rem
  • lampu mundur
  • lampu nomor plat
  • lampu ruang penumpang
  • lampu penerangan papan instrumen di dashboard
  • lampu kontrol tekanan oli
  • lampu kontrol pengisian
  • lampu kontrol rem tangan
  • lampu kontrol lampu jauh
  • lampu kontrol tanda belok
  • instrumen temperatur motor
  • instrumen pengontorl bahan bakar
  • instruman / tuas penghapus kaca depan (semua kecepatan)
  • pompa air pembasuh kaca depan
  • klakson

6. Pemeriksaan Perlengkapan khusus pada :

  • lampu jauh tambahan
  • lampu kabu (optional kalo ada dipasang)
  • lampu ruang bagasi
  • lampu ruang motor (jika ada)
  • lampu kontro pintu
  • penyala pintu
  • penyala rokok
  • ventilator (semua kecepatan)
  • Air Conditioner
  • Pemanas kaca jendela belakang
  • penggerak listrik jendela pintu
  • jam pada dashboard

SISTEM SUSPENSI

Posted: Agustus 13, 2011 in Uncategorized

Sistem suspensi terletak di antara bodi atau rangka dan roda-roda dan berfungsi menyerap kejutan-kejutan yang ditimbulkan oleh keadaan jalan, sehingga memberikan kenyamanan pengendara.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pegas
Pegas berfungsi menyerap kejutan dari jalan dan getaran roda-roda
agar tidak diteruskan ke bodi secara langsung, juga untuk mencegah daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan.beberapa tipe pegas

s/d

Shock Absorber
Dalam menyerap kejutan-kejutan, pegas harus bekerja sama
dengan Shock absorber . Tanpa shock absorber pegas
akan bergetar naik turun lébih lama. Shock absorber mampu meredam
getaran pegas Seketika dan membuangnya menjadi energi panas.

c. Ball joint
Ball joint selain berfungsi sebagai sumbu putaran roda juga menerima beban vertikal maupun lateral. di dalam ball joint
terdapat gemuk untuk melumasi bagian yang bergesekan. Pada setiap
periode tertentu gemuk harus diganti.Stabilizer bar
Stabilizer bar (batang penyetabil) berfungsi mengurangi kemiringan mobil akibat gaya sentrifugal pada saat mobil membelok. Disamping itu, untuk menambah daya jejak ban. Pada suspensi depan,
stabllizer bar biasanya dipasang pada kedua lower arm melalui bantalan
karet dan linkage, Pada bagian tengah diikat ke rangka atau bodi
pada dua tempat melalui bushing. Strut bar
Strut bar berfungsi untuk menahan lower arm agar tidak bergerak
mundur pada saat menerima kejutan dari permukaan jalan yang tidak
rata atau dorongan akibat terjadi pengereman.

lateral control rod
komponen ini dipasang di antara poros penyangga (axel) dan bodi mobil. Fungsinya untuk menahan axel selalu pada posisinya bila menerima beban samping.

Model-model suspensi
Menurut konstruksinya ada dua modal utama suspensi, yaitu
suspensi poros kaku dan suspensi bebas.


a.Suspensi poros kuku (suspensi rigid)
Semula semua suspensi mobil menggunakan model ini, bahkan
sekarang pun masih banyak digunakan pada kendaraan berat. Poros kaku
(yang tunggal) dihubungkan ke rangka atau bodi dengan pegas (pagas
daun atau pegas koil) dan shock absorber Jadi, tidak ada lengan-lengan
suspensi seperti pada suspensi independen.

b. Suspensi bebas (suspensi independen)
Biasanya suspensi independen ini digunakan pada roda
mobil penumpang atau truk kecil. Tetapi sekarang suspensi bebas
banyak digunakan juga pada roda belakang mobil penumpang.
Pada suspensi independen roda-roda kiri dan kanan tidak dihubungkan secara langsung pada poros tunggal. Kedua roda bergerak secara bebas tanpa saling mempengaruhi.
Dengan demikian, gangguan terhadap sebuah roda ditanggulangi hanya roda itu saja. Salah satu model suspensi independen ditunjukkan pada

a. Pasang roda gigi penggerak primer pada ujung poros engkol.

b. Pasang bagian luar kopling pada poros utama.

c. Pasang cincin splain (perapat) menghadap keluar di atas permukaan datar bagian luar kopling. d. Rakit pelat penekan kopling, kanvas kopling, pelat kopling, dan bagian tengah kopling.

e. Susun kanvas dan pelat kopling silih berganti.

f. Lapisi kanvas kopling baru dengan minyak pelumas mesin sebelum merakitnya. Melepas tutup kanan bak mesin

(1) Keluarkan minyak mesin dan tampung dalam tempat yang bersih.

(2) Lepaskan mur penyetel rem belakang dan pegas pengembalian.

(3) Lepaskan baut-baut dan tutup kanan bak mesin.

(4) Longgarkan baut-baut dalam pola bersilang dalam 2-3 tahap.

5) Lepaskan gasket dan dowel pin.

Melepas kopling

(1) Lepaskan sekerup-sekerup dan tutup rotor saringan oli.

(2) Lepaskan pompa oli.

(3) Tahan roda gigi penggerak primer dan roda gigi yang digerakkan dengan sebuah penahan roda gigi, lepaskan mur pengunci menggunakan perkakas khusus,

(4) Lepaskan pembimbing pengangkat kopling.

(5) Lepaskan baut—baut kopling, pelat pengangkat kopling dan pegas kopling. (6) Longgarkan baut·baut dalam pola bersilang dalam 2-3 tahap.

(7) Pasang pemegang pemusat kopling dan lepaskan mur pengunci kopling.

(8) Lepaskan sebagai berikut:

(a) cincin (waser),

(b) bagian tengah kopling (pemusat kopling),

(c) pelat kopling,

(d) kanvas kapling, dan

(e) pelat penekan.

(9) Lepaskan cincin splain, kopling luar (outer clutch), dan clutch outer guide (penghantar kopling luar).

(10) Lepaskan roda gigi penggerak primer dan pasak tembereng dari poros engkol.

(11) Jangan menghilangkan pasak tembereng.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pemeriksaan

(1) Periksa bantalan pengangkat terhadap kerusakan.

(2) Putar cincin dalam bantalan dengan jari—jari,juga periksa bahwa cincin luar bantalan duduk dengan erat pada pelat pengangkat kapling

(3) Ganti bantalan apabila diperlukan.

(4) Ukur panjang bebas pegas kopling pengembalian,

(5) Pegas kopling harus diganti semuanya sebagai satu set jika satu atau lebih telah melampaui batas servis,

(6) Gantikan kanvas kopling apabila mereka menunjukkan tanda-tanda goresan atau perubahan wama.

(7) Kanvas dan pelat kopling harus diganti sebagai satu set jika salah satu telah melampaui batas servis.

(8) Periksa terhadap kebengkokan pelat dengan menggunakan bidang pengukuran kedataran dan sebuah lidah pengukur.

(9) Periksa potongan-potongan pada bagian luar kopling (clutch outer) terhadap lekukan atau kerusakan-kerusakan kecil yang disebabkan oleh kanvas kopling.

(10) Ukur bagian luar kopling.

(11) Ukur penghantar bagian Iuar kopling.

(12) Ukur poros utama pada penghantar bagian luar kopling.

(13) Periksa bagian bawah kopling (clutch center) terhadap lekukan-lekukan atau kerusakan-kerusakan kecil yang disebabkan oleh pelat kopling.

 

 

 

 

 

 

Pemasangan

(1) Pasang pasak tembereng (spie) pada pores engkol.

(2) Pasang roda gigi penggerak primer dengan menepatkan alur pada roda gigi dengan pasak. (3) Olesi gigi-gigi roda gigi primer dengan oli.

(4) Pasang penghantar kopling iuar, kopling dalam, dan cincin splain.

(5) Pasang pelat penekan, kanvas kopling, pelat kopling, kopling tengah, pegas pengantar, dan dudukan pegas.

(6) Susun kanvas dan pelat silih bergantian.

(7) Lapisi kanvas kopling baru dengan minyak mesin baru.

(8) Pasang kanvas, pegas judder, dan dudukan pegas.

(9) Kanvas kopling yang dipasang bersandar pada judder spring mempunyai diameter yang lebih besar dari kanvas-kanvas lainnya.

(10) Pasang lidah tonjolan dari kanvas pada alur-alur dari kopling luar.

(11) Pasang cincin pengunci dengan tanda outside menghadap keluar.

(12) Olesi ulir mur pengunci kopling tengah dengan cli.

(13) Pasang mur pengunci dengan sisi yang mempunyai siku yang diberi lengkungan menghadap ke sebelah dalam.

(14) Tahan kopling tengah dengan pemegang kopling tangah, kencangkan mur pengunci sesuai torsi pengencangan yang ditentukan

(15) Mur pengunci kopling tengah harus dipenitik (drip) untuk menguncinya.

(16) Pasang pegas—pegas kopling dan pelat pengangkat dan kencangkan baut—baut dalam pola bersilang dalam 2-3 Iangkah.

(17) Pasang penghantar pengangkat kopling.

(18) Pasang rotor saringan oli.

(19) Pasang cincin pengunci dan mur pengunci.

(20) Pasang cincin pengunci dalam tulisan outside menghadap keluar.

(21) Pasang mur pengunci dengan sisi yang mempunyai siku yang diberi lengkungan menghadap cincin pengunci.

(22) Bersihkan rotor saringan oli.

(23) Periksa apakah oli dapat mengalir dengan bebas melalui salurannya tanpa hambatan.

(24) Jika perlu lepaskan klip dan ganti part (suku cadang) yang rusak,

Membongkar/merakit lengan kopling

(1) Lepaskan pin cotter (pena belah) dan lepaskan handel pengangkat kopling dan pegas

(2) Periksalah secara visual lengan kopling terhadap kebengkokan atau kerusakan.

(3) Pasang lengan kopling pada tutup kanan bak mesin dalam urutan terbalik dari pada pelepasan.

(4) Pasang pegas pengembalian

13. Penyetop silinder garpu 26. Waser

14. Pegas silinder garpu 27. Baut segi enam

15. Sekerup oval 28. Pengantar garpu gigi

16. Pelat penghenti silinder 29. Pena belah

17. Garpu gigi kanan 30. Pegas lengan garpu gigi

18. Pen 31. Collar/selubung

19. Pen 32. Pegas pengembali garpu

20. Pen 33. Penpegaspe11gembal1`garpu

21. Silinder garpu pen 34. Baut segi enam

22. Pena belah 35. Pedal perubah gigi

23. Pen penghantar garpu gigi 36. Spidel garpu gigi

24. Garpu gigi kiri 37. Karet pedal

25. Rotor saklar netral Merakit Garpu depan

a. Sebelum perakitan, cuci semua bagian-bagian dengan solar, dan biarkan sampai kering.

b. Pasang baut pembuangan.

c. Pasang oil lock piece, pipa garpu, pegas pantul dan piston garpu.

d. Lapisi baut socket dcngan cairan pengunci dan kencangkan.

e. Pasang pegas reaksi dan piston ke dalam pipa garpu.

f. Pasang alat pengunci minyak pada ujung piston. g. Masukkan pipa garpu pada selongsong bawah garpu.

h. Pasang selongsong bawah pada catok dengan penjepit lunak

i. Lapisi baut socket dengan cairan pengunci dan pasang pada piston.

j. jika sulit untuk mengencangkan baut socket, pasang pegas garpu dan baut atas garpu.

Silinder terdapat pada blok mesin. Blok mesin biasanya terbuat dari besi cor kelabu. Karena besi cor kelabu memiliki daya tahan aus yang cukup baik selain itu harganya cukup murah. Sebagai perbandingan: harga besi cor kelabu di Indonesia ± Rp 5000,00 /kg, sedangkan besi cor nodular ± 7500,00/kg-nya. Saluran air pendingin (water jacket) tercetak didalam blok mesin dan mengelilingi setiap silinder. Beberapa jenis mesin menggunakan cylinder liner yang di masukkan (pressed) ke dalam blok mesin, sehingga apabila aus dapat diganti. Sistem ini biasa disebut sistem wet liners (apabila dinding luar cylinder liner bersentuhan langsung dengan air pendingin) dan dry liners (apabila dinding luar cylinder liners tidak bersentuhan langsung dengan air pendingin). Paduan aluminium saat ini makin banyak digunakan sebagai bahan blok mesin, terutama untuk mesin-mesin yang berukuran kecil, dengan tujuan untuk mengurangi berat, sehingga akan diperoleh power to weight ratio yang baik.

Crankshaft (kruk as/poros engkol) biasanya terbuat dari steel forging (baja yang ditempa). Besi cor nodular juga dapat dipakai sebagai bahan crankshaft pada mesin-mesin tugas ringan. Crankshaft dipasang pada blok mesin dan disangga oleh main bearing. Jumlah main bearing maksimum adalah jumlah silinder + 1. Crankshaft memiliki poros-poros eksentrik, yang biasa disebut crank throw. Connecting rod (batang penghubung/stang seher) dipasang pada setiap crank throw. Pada setiap main bearing dan crankthrow dipasang journal bearing (metal) yang terbuat dari bronze, babbit, atau aluminium. Crankcase (ruangan crankshaft) tertutup rapat pada bagian bawahnya oleh oil pan (karter) yang biasa terbuat dari aluminum cor atau plat baja yang dipress. Oil pan berfungsi sebagai penampung oli untuk sistem pelumasan.

Piston (torak) terbuat dari paduan aluminium, sedangkan pada mesin-mesin besar berkecepatan rendah biasanya terbuat dari besi cor. Piston berfungsi sebagai penyekat silinder sekaligus mentransmisikan tekanan gas hasil pembakaran ke crank throw dengan perantaraan connecting rod. Connecting rod biasanya terbuat dari baja atau material paduan lainnya (aluminium, titanium, dll). Connecting rod terpasang pada piston dengan perantaraan piston pin yang terbuat dari baja. Piston pin biasanya berlubang untuk mengurangi beratnya. Piston biasanya dilengkapi dengan ring piston yang berfungsi sebagai penyekat gas hasil pembakaran agar tidak bocor ke dalam crankcase sekaligus juga berfungsi sebagai pengatur aliran oli untuk melumasi dinding silinder.

Cylinder head (kepala silinder) berfungsi untuk menutup silinder, dan terbuat dari paduan aluminium atau besi cor. Cylinder head harus kuat dan kaku sehingga gaya-gaya dari gas hasil pembakaran yang beraksi ke cylinder head dapat didistribusikan secara merata ke blok mesin. Komponen-komponen cylinder head terdiri dari busi (untuk motor bensin) atau fuel injector (untuk motor diesel) dan komponen-komponen mekanisme katup.

Katup (valve) biasanya terbuat dari baja paduan yang ditempa (forged alloy steel) atau keramik (hasil pengembangan/penelitian insinyur-insinyur di mercedes benz). Pendinginan katup buang yang beroperasi pada temperatur sekitar 700° C dapat dicapai dengan mengisikan sodium pada lubang stem katup. Dengan proses evaporasi dan kondensasi sodium dapat menghantarkan panas dari kepala katup yang panas ke daerah stem katup yang lebih dingin. Stem katup bergerak naik turun di dalam valve guide (bushing katup). Sebuah pegas katup dipasang pada setiap valve stem dengan menggunakan spring washer dan split keeper, yang berfungsi menahan katup agar tetap tertutup.

Camshaft (noken as/poros bubungan) terbuat dari besi cor atau baja tempa dan setiap cam berfungsi untuk membuka atau menutup katup. Permukaan cam biasanya dikeraskan agar ketahanan aus-nya meningkat. Untuk motor 4 langkah, kecepatan putar camshaft adalah setengah dari kecepatan putar crankshaft

Fungsi Sistem Pelumasan Engine

Posted: Agustus 2, 2011 in Uncategorized
Sistem Pelumasan Engine
Gambar : 1 Sebuah Sistem Pelumasan.
Karter atau panci oli
terletak pada bagian bawah engine untuk menyimpan oli yang diperlukan untuk pelumasanengine.Sebuah
tutup pengisi oli
ketika dibuka, menyediakan sebuah ruang yang memungkinkan oli dapat dimasukankedalam engine.
Tongkat kedalaman
merupakan batang yang dapat dicabut dengan mudah yang digunakan untuk menjelaskanjumlah oli engine dengan benar.
Pompa oli
mensirkulasikan oli engine ke komponen-komponen engine untuk memberikan pelumasan kepadabagian-bagian yang bergerak sehingga mecegah keausan akibat gesekan.
Katup pembebas tekanan oli
memungkinkan takanan oli yang berlebihan untuk kembali ke panci oli, termasukketika engine dingin (oli pekat), untuk mengurangi kemungkinan kerusakan komponen-komponen sistempelumasan.Sebuah
saringan oli
dipasangkan untuk menghalangi partikel-partikel kotoran terbawa masuk oleh oli engine yangdapat menimbulkan kerusakan engine. Katup
By-pass
dipasangkan yang memungkinkan oli tidak tersaring danmasuk ke engine dengan jalan pintas ketika saringan buntu/ penuh klotoran.
Saluran Serambi Utama dan pipa-pipa
, sebagai dipelumas menuju engine.
Indikator tekanan oli
dirancang untuk memberi sebuah peringatan jika tekanan oli pelumas turun dibawahtekanan yang diperlukan untuk kerja engine yang efektif.
Pendinginan oli
sesuatu yang dipasang untuk mendinginkan oli pelumas dengan memindahkan kelebihan panasdengan pendingin udara yang dilewatkan pada inti pendingin.
Katup Ventilasi Ruang Engkol
(Positif Crankcase Ventilation (PCV)) dirancang untuk membuang kebocoran asapyang dihasilkan oleh pembakaran-pembakaran yang masuk keruang engkol. Asap ini dihasilkan karena tekananpada engine yang meningkat, dihasilkan karena kebocoran perapat oli pada silinder.
Gambar : 2 Positive Crankcase Valve (PCV)
OPKR 20-001.6B
1

Saat ini tune up maintenance pada mesin injeksi tidak cukup hanya dilakukan pembersihan dengan menggunakan cairan yg disemprot via throttle karena cairan tsb hanya membersihkan ruang intake tanpa membersihkan saluran pada lubang kecil injector. Hal ini karena sistem injeksi tidak sama dengan sistem karburator,dimana saat dilakukan penyemprotan; pada karburator, cairan pembersih akan melewati jarum jarum spuyer, sehingga sekaligus bisa membersihkan.
Untuk itu dibutuhkan alat khusus untuk melakukan proses pembersihan injector, yaitu dengan menggunakan cairan pembersih khusus yg nantinya akan dilewatkan injector dgn tekanan menyerupai mesin mobil saat bekerja,setelah itu dilakukan pembersihan kerak membandel dengan cairan ultrasonic. Perawatan ini akan membawa dampak sangat baik pada mesin, karena vollume dan tekanan bensin akan dijaga secara maksimal seperti pada kondisi mobil baru, sehingga supply bensni dan pengkabutan dalam ruang kombusi terjaga sempurna.

Cara Merawat sepeda motor

Posted: Agustus 2, 2011 in Uncategorized

Setiap pengendara motor tentu ingin tunggangannya terawat dengan baik, dan irit bahan bakar seperti sepeda motor 4 tak. Untuk mereka yang menggunakan motor sebagai kendaraan operasional, tentu berharap kendaraannya akan berumur panjang.

Untuk para bikers, sebutan bagi para pengendara motor, merawat kondisi mesin dan atribut motor adalah hal yang wajib. “Setelah jarak tempuh motor mencapai maksimal 3000 km, oli mesin harus diganti,” jelas Deny, mekanik dari bengkel Clinic di Jl. Kerja Bakti, Jakarta Timur.

Nah, ada berbagai macam perawatan dan pemeliharaan yang harus Anda lakukan secara berkala, diantaranya adalah:

1. Periksakan Busi Sepeda Motor
Busi sangat vital bagi kelancaran mesin motor, “Cek businya, seandainya masih layak pakai, dapat dipergunakan kembali. Tapi kalau sudah mencapai 12 ribu km, sebaiknya businya di ganti,” jelas Deny yang lulusan Sekolah teknik Mesin (STM).

Perhatikan pula keadaan kabel koil yang menghubungkan arus listrik ke busi, bila sudah cukup umur, terlihat ada retakkan dan pengerasan di kabel, sebaiknya segera diganti.

2. Cek Filter Karburator
Menurut Deny, filter karburator terbagi dua, yaitu jenis basah dan kering. Model filter basah, dibersihkan dengan menggunakan bensin lalu dilumasi oli setelahnya. “Umumnya motor keluaran tahun 1990-2000-an, menggunakan model filter basah seperti ini,” tambahnya.

Sedang motor keluaran tahun 2000 ke atas, biasanya menggunakan tipe kering. Cara perawatannya cukup mudah, yaitu tinggal disemprot dengan kompresor. “Tapi model ini juga memiliki kelemahan, yaitu wajib diganti setiap mencapai 25 ribu km dan tidak boleh terkena oli atau minyak,” papar pria berusia 23 tahun ini.

Filter oli pun harus diperhatikan, “Motor tahun 90-an tidak menggunakan filter oli, tetapi untuk jenis motor tahun 2000 ke atas, menggunakan filter oli dan wajib di ganti setiap kurang lebih 10 ribu km.”

3. Periksa Setelan Rantai dan Gir
Jangan biarkan rantai terlalu kendor atau terlalu kencang, “Bila rantainya kendor, cukup disetel. Tapi kalau kering, cukup diolesi dengan oli khusus rantai (chain lube). Biasanya, rantai harus diganti kalau sudah mencapai 25 ribu hingga 35 ribu km.”

Penghobi motor sejak SD ini, juga menyarankan Anda untuk tidak lupa memeriksa kondisi gir. “Jika sudah tajam, lekas ganti, karena kalau tidak rantai dapat putus secara tiba-tiba,” kata Deny.

Khusus motor jenis Matic yang menggunakan V/Belt, rantainya tidak dapat disetel dan wajib diganti setiap 25 ribu km. Bila rantai dan gir sudah beres, sekalian periksa kampas rem depan dan belakang, ganti bila sudah terlihat menipis.

4. Membersihkan Karburator
Bersihkan bagian pilot dan main jet motor. Untuk menyetel angin motor tipe manual (buatan tahun 90 hingga 2000-an), tutup baut setelan angin dan buka perlahan berlawanan arah jarum jam, maksimal 1/2 putaran.

Untuk tipe Vakum, yaitu motor keluaran 2000 ke atas, juga sama yaitu dengan membersihkan pilot dan main jet. “Bedanya hanya disetelan angin, untuk tipe ini, maksimal putarannya 2 ½ berlawanan arah jarum jam,” paparnya. Untuk penyetelan klep motor 4 tak, adalah setiap 12 ribu hingga 18 ribu km.

5. Cek Kondisi Aki
Motor-motor buatan tahun 2000 ke atas, umumnya telah menggunakan jenis aki kering yang tak memerlukan perawatan khusus (non maintenance). “Tapi setiap tiga tahun, maksimal, wajib di ganti,” terang Deny.

“Sedangkan motor yang menggunakan aki basah, perlu di cek setiap 10 ribu km. Bila air akinya kering, segera diisi,” lanjutnya.

Ciri-ciri aki basah yang kondisi sudah lemah adalah, motor tidak mampu di starter. Deny tidak menyarankan untuk memaksa motor menyala dengan cara di dorong, karena ini dapat merusak gigi transmisi.

6. Panaskan Mesin Motor
Panaskan mesin motor sebelum dijalankan, tidak perlu lama-lama, cukup 1-2 menit saja. Fungsinya, menurut Deny, agar sirkulasi oli dapat melumasi seluruh bagian dalam mesin yang bergerak. “Tidak perlu lama-lama memanaskannya, karena akan membuat pipa knalpot menguning.”

7. Gunakan Sparepart (Suku Cadang) Asli
Meski suku cadang asli sedikit lebih mahal, namun Anda akan merasa puas karena lebih tahan lama dan kualitasnya pun terjamin di banding yang palsu.

Selain beberapa hal di atas, Deny juga mengingatkan para bikers untuk selalu memeriksa tekanan ban Anda. “Tekanannya jangan terlalu keras dan jangan kurang, karena dapat mengakibatkan kembang ban motor menjadi rusak.”

Perawatan di atas sebenarnya dapat Anda lakukan sendiri, namun bila tak punya waktu atau kurang mengerti caranya, carilah bengkel tempat servis langganan atau yang dapat Anda percayai. Jika Anda bersahabat dan rajin merawat kendaraan, maka motor kesayangan Anda pun akan selalu tampil prima.